Penjagaan Allah Terhadap AlQuran

6:16 AM
Bismillahirrahmanirrahim

Allah berfirman "sesungguhnya Kamilah yang menurunkan AlQuran dan sesungguhnya Kami benar-benar memiliharanya" (QS AlHijr : 9)

Ini adalah kabar dari Allah melalui lisan rasulNya Muhammad SAW yang menjelaskan penjagaan Allah terhadap AlQuran dari semua kekurangan atau penambahan, rusak atau hilang, berubah dan penyimpangan, tidak akan ada kebatilan didalamnya sehingga kemurnian AlQuran tetap terjaga sampai kapanpun. Dan itu semua telah tetap dengan dalil-dalil qoth'i yang didapat pada tingkatan penjagaan Allah sebagai berikut:

1. Tingkatan pertama : Penjagaan Allah terhadap AlQuran di lauh mahfuzh. QS AlBuruj : 21-22 yang artinya : "Bahkan (yang didustakan) itu adalah AlQuran yang mulia yang (tersimpan) di tempat yang terjaga (Lauh Mahfuzh)".
2. Tingkatan kedua : Penjagaan Allah terhadap AlQuran dalam cara turunnya kepada nabi Muhammad SAW. Allah berfirman : "Dia yang mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun yang gaib itu. Kecuali kepada rasulyang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat
) di depan dan di belakangnya" (QS AlJin : 26-27) yaitu Jibril turun membawa AlQuran dan besertanya malaikat yang banyak menjaga di depan dan di belakang sebagaimana yang diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair dan AdhDhahak dalam tafsir Ibnu Katsir. Dan Allah berfirman sebagai pengkabaran tentang jin : "Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api" (QS AlJin : 8). Yaitu penjagaan yang kuat dan panah-panah api dari malaikat sehingga tidak dapat dicuri satu huruf pun dari AlQuran. Dan Allah berfirman dalam surat Jin ayat 9, "Dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit utuk mecuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang (setelah Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rasul) siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya)".
3. Tingkatan ketiga : Penjagaan Allah terhadap AlQuran dalam hati Nabi Muhammad SAW dan mengumpulkannya dalam dadanya yang mulia. Bukhari meriwayatkan dalam Shahinya dar Ibnu Abbas RA tentang firman Allah, "Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca AlQuran) karena hendak cepat-cepat (menguasainya) sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu. Kemudian sesungguhnya Kami akan menjelaskannya." (QS AlQiyamah : 16-19). Adalah Rasulullah apabila Jibril turun dengan wahyu, beliau menggerakkan lisannya dan mulutnya karena ingin cepat membaca apa yang dibaca oleh Jibril. Maka Allah menurunkan ayat ini. Dan Allah berfirman dalam surat AlFurqan : 32, "Agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dan Kami membacakannya secara tartil". Maka AlQuran terjaga dalam hati Rasulullah SAW dalam lafazh dan maknanya dengan penjagaan Allah 'Azza Wa Jalla dan sesungguhnya Allah menjamin semuanya itu.
4. Tingkatan keempat : Penjagaan Allah terhadap AlQuran pada kondisi penyampainnya oleh Rasulullah SAW dan pembacaannya kepada para sahabat. Allah berfirman dalam surat AlQashash : 51, "Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkatan ini (AlQuran) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya". Dan firmanNya, "wahai rasul sampaikankanlah apa yang diturunkan tuhanmu kepadamu. jika engkau tidak lakukan 9(perintah itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanatNya.dan Allah memeliharaengkau dari godaan manusia. sungguh Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang kafir".(QS Almaidah :67 ) maka diantara syaratnubuwwah adalah tersampaikannya Al Quran dengan sempurna dan Allah berfirman" Tidaklahh yang diucapkannya itu (Al quran) menurut keinginannya. tidak lain  (Al quran itu) adalah wahyu yang diwahyukan(kepadanya). "QS AnNajm : 3-4) Dan firmanNya, "sebagaimana kami telah mengutus kpada kamu seorang rasul(Muhammad) dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat kami, menyucikan kamu ,dam mengajarkan kepadamu kitab (Alquran) dan Hikmah (sunnah) ." (Al baqarah : 151) ini menjadi dalil bahwasanya rasulullah SAW telah  menyampaikan  Al Quran sebagaimana diturunkan kapadanya, tanpa pengurangan dan penambahan satu huruf pun dan ini menjadi kewajiban bagi ummat muslim untuk mengimaninya.
5. Tingkatan kelima : penjagaan Allah kepada Al quran setelah penyampaiannya oleh rasul dan kekekalannya sampai hari kiamat. " Allah berfirman " sesungguhya kamilah yang menurunkan  Al quran dan sesungguhnya kami bener-benar memeliharanya" (QS Al Hijr : 9)Dan penjagaan ini ada tiga aspek : 1. penjagaan huruf dan kalimat-kalimatnya secara sempurnya yang turun kepada Rosulullah SAW dan dinukilkan dengan jalan yang tersambung sampai hari kiamat. 2. penjagaan penjelasaannya Al Quran, yaitu hadist nabi SAW. 3. penjagaan oleh para penghafal Al Quran dalam pengucapannya dan tartilnya sebagaimana diturunkan" Wallahu a'lam.

Ustadz. Yusuf  Hasyim
Read On 1 comments

Jadwal Khutbah Jum'at K.H. Djalaluddin Asy-Syatibi (Abi)

5:45 AM
BULAN JULI
Pada bulan juli alhamdulillah
abi sedang menjalankan ibadah haji.
Maka pada bulan ini beliau tidak mengisi khutbah.
Read On 0 comments

Kegiatan Bilal

2:34 AM
Kegiatan Rutin
  1. Tahfiz : Ziyadah (Menambah Hafalan), Muraja'ah (Mengulang Hafalan)
  2. Ta'lim : Kitab Tauhid (Selasa Subuh) , Tafsir Ibnu Katsir (Rabu Subuh), Bahasa Arab (Kamis Isya), Tanwirul Qulub(Sabtu Subuh)
  3. Rihlah : Sabtu / Ahad Pagi
Jadwal Ta'lim
 Pengisi : K.H. Drs. Djalaluddin Asysyatibi
  1. Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid : 
    • Penjelasan Kitab Tauhid yang dikarang oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. Peserta terbuka untuk umum khususnya bagi para asatidz dan santri.
  2. Mukhtasar Ibnu Katsir : 
    • Ringkasan tafsir Ibnu Katsir yang dikarang oleh Syaikh Ali Ashshabuni
  3. Alfiyah : Bahasa Arab
  4. Tanwirul Qulub :
  5. Fiqh Annisaa : Fikih Wanita
  6. Pengajian : Pengajian Ciampel (Pengajian tematis DKM Masjid Ciampel), Pengajian Ibu-Ibu Warga (Pengajian tematis), Liqo Ummahat (Pengajian tematis)
Read On 0 comments

Kegiatan Rutin

6:09 AM
Kegiatan Rutin :
  1. Tahfiz : Ziyadah (Menambah Hafalan), Muraja'ah (Mengulang Hafalan)
  2. Ta'lim : Kitab Tauhid (Selasa Subuh) , Tafsir Ibnu Katsir (Rabu Subuh), Bahasa Arab (Kamis Isya), Tanwirul Qulub(Sabtu Subuh)
  3. Rihlah : Sabtu / Ahad Pagi
Read On 0 comments

Profile Santri BILAL

5:49 AM
Dia bernama Jalu Naradi. Orang-orang memanggil dia Jalu. Orangnya
ramah. Dia dilahirkan di Jakarta 14 September 1988. Hingga saat ini,
dia berstatus sebagai mahasiswa Teknik Mesin ITB 2006. Alamat rumahnya
adalah Jl Albaido RT 07 RW 06 No 81A Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Amanah yang dipegangnya di Bilal adalah Qismut Thullab. Bagian ini
berfungsi untuk mengawasi para santri Bilal ketika kegaitan wajib di
Bilal berlangsung yaitu ba'da Shubuh sd 06.00 WIB dan ba'da maghrib sd
20.00 WIB. Jadi setiap santri yang tidak bisa hadir pada waktu-waktu
tersebut harus memberikan kabar kepadanya disamping harus mengabari
Ustadz. Motifasinya dalam menghafal Al-Quran adalah Membahagiakan
kedua orang tuanya kelak di akhirat dan Membentuk keluarga dengan
mendidik anak menjadi anak yang ulama yang intelek dan intelek yang
ulama.

Hasan adalah nama panggilannya. Nama lengkapnya adalah Hasan
Sirojuddiin. Dia dilahirkan pada tanggal 30 Juni 1989 di Jakarta.
Saat ini dia berstatus sebagai mahasiswa Teknik Elektro ITB 2006.
Selain kesibukannya sebagai mahasiswa, dia juga mencoba meniti
karirnya dibidang entrepreuner dengan membuka bisnis jamur yang diberi
nama "Mushroom Mania". Dia berasal dari Jl K.H. A. Madani No 121 RT 08
RW 09 Jati Makmur Pondok Gede, Bekasi. Amanah yang diterimanya di
Bilal adalah sebagai Qismut Ta'lim. Bagian ini berfungsi untuk
memfasilitasi hal-hal yang dapat mendukung keberjalanan ta'lim yang
ada di Bilal seperti membuat presensi setiap ta'lim. Motivasi
menghafal Al-Quran ingin memperoleh kedudukan yg tinggi di sisi Allah
SWT.

Dia bertubuh mungil, hobbynya surfing di dunia maya. Orang-orang
menyebutnya Ujang. Nama lengkapnya adalah Ujang Ma'hud. Dia dilahirkan
pada tanggal 14 Desember 1995 di Lampung. Statusnya saat ini adalah
siswa SMA Al-Burhan kelas I. Dia berasal dari Mekar Sari, Kalianda
Lampung. Motivasinya dalam menghafal Al-Quran adalah ingin mendapatkan
surga firdaus dan memperoleh ridho Allah SWT.

Orangnya supel dengan siapa pun baik dari kalangan tua maupun muda dan
senang bercanda. Panggil dia Uzi... Nama lengkapnya adalah Ahmad
Fauzi. Dia dilahirkan di Garut, 25 November 1995. Sekarang dia
bermarkas di Jl Tubagus Ismail VIII No 60 RT 5 RW 8. Hingga saat ini
dia berstatus sebagai siswa SMA Al-Burhan, satu angkatan dengan Ujang.
Motivasi dia dalam menghafal Al-Quran adalah ingin membahagiakan kedua
orang tuanya di akhirat kelak sebagai bentuk bakti anak kepada kedua
orang tuanya.

Dilihat dari postur tubuhnya orang-orang pasti dapat mengenalinya.
Kenapa? Karena dia santri yang postur tubuhnya paling tinggi diantara
santri yang lain. Orang-orang memanggilnya rido. Nama lengkapnya
Muhammad Rido Faruq Islamy. Alamat tinggalnya adalah Jl. Raya Cililin
No 73 Kec Cililin Kab Bandung Barat RT 05 RW 08, 40562.  Statusnya
saat ini adalah sebagai mahasiswa Teknik Sipil Polban 2008. Amanah
yang dia emban di Bilal adalah sebagai Qismu Lughoh. Bagian ini
berfungsi untuk memperkenalkan para santri ke bahasa Arab, misalnya
dengan mengadakan mufrodat-mufrodat sederhana. Motivasi dia dalam
menghafal Al-Quran adalah sebagai bentuk bakti dia terhadap kedua
orang tuanya.

Hal yang paling mencolok dari orang yang satu ini adalah rambut yang
tidak rapih alias berantakkan matanya yang layu. Orang-orang
memanggilnya Ruqy. Nama lengkapnya adalah Mohammad Ruqy Faishal
Islamy. Dia adalah saudara kandung dari Rido. Makanya jangan aneh jika
namanya memiliki pola yang sama yaitu MRFI. Dia tinggal di tempat yang
sama dengan Rido. Statusnya sekarang adalah mahasiswa fisika ITB 2007.
Amanah yang dipegangnya di bilal adalah Qismul 'Ilan. Bagian ini
bertanggung jawab terhadap media publikasi Bilal terutama blog.
Motivasi dia dalam menghafal Al-Quran adalah ingin terjaga dari
perbuatan maksiyat dan ingin menjadi salah satu orang yang menjaga
Al-Quran dari kepunahan dan pemalsuan.
Read On 0 comments

Profile BILAL

5:44 AM


Yayasan Bilal ( Bina Insan Lil' Amal) didirikan pada tahun 2005 oleh
Drs. K.H. Djalaluddin Asy-Syatibi. Yayasan ini bergerak dalam bidang
sosial pendidikan di Bandung dengan alamat sekarang Gg. Pesantren
Timur II No 7 RT 02 RW 06 Kec. Cibeunying Kaler Kel. Cigadung Kota
Bandung 40191 Telp. 022-82522473
Read On 0 comments

Muhammad Luthfi : Abah Ingin Anaknya Hafizh Qur'an

8:44 AM

foto: SMAIT DQ

(Muhammad Luthfi, Santri kelas I SMAIT Darul Qur’an Serpong)

Bismillahirrahmanirrahim washalatu wassalaam ‘alaa rasulillahi amma ba’du;

Dulu, sebelum saya masuk pesantren Darul Qur’an Mulia saya sudah bertekad untuk masuk pesantren dan ketika itu belum ada keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Tujuan saya masuk pesantren ketika itu hanya ingin belajar, bisa berbahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman. Tetapi ketika saya telah masuk ke Pesantren Darul Qur’an Mulia ini, dan saya perhatikan teman-teman yang rata-rata mempunyai hafalan Al-Qur’an yang jauh di atas saya, maka saya mulai mengerti tujuan pesantren ini, yaitu; Menghafal Al-Qur’an.

Apa lagi setiap hari pasti ada ustadz selalu menyampaikan taushiah tentang Al-qur’an, besarnya balasan bagi orang yang membacanya, memahaminya dan yang mengamalkannya dalam keseharian. Dalam hati saya ketika itu muncul tekad yang kuat, “yah…. menghafal Al-Qur’an Insya Allah mudah, dari pada saya harus menghafal kitab kuning yang biasa dilakukan warga kampung halaman ditempat saya tinggal”.

Dan setelah beberapa bulan berada di sini, kakak saya yang ketiga memberitahu bahwa sebenarnya sebelum Abah meninggal tahun 2000 (ketikaitu saya baru berumur lima tahun), beliau sempat memberi washiat bahwa beliau berharap di antara anak laki-lakinya harus ada yang menghafal Al-qur’an, karena beliau juga sangat ingin menjadi seorang Hafizhul Qur’an. Karena beliau sudah terlanjur sibuk dan tidak ada waktu khusus untuk menghafal, maka beliau ingin anaknya ada yang menghafal Al-Qur’an. Ini menjadi motivasi bagi saya, agar dapat membahagiakan kedua orang tua saya, agar di akhirat nanti mereka dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih terang dari cahaya matahari.

Dari situ kemudian saya mulai bersungguh-sungguh meskipun di dalam kesungguhan itu ada tantangan yang begitu besar. Sehingga terkadang saya mengalami kesedihan, kesusahan, tapi lambat laun saya mulai terbiasa. Kakak saya pun selalu memberikan motivasi agar saya terus semangat, dan terakhir yang sering saya lakukan adalah bersilaturrahim kepada para guru, saudara, dan tetangga. Kepada mereka saya selalu meminta doa agar terus istiqamah dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Alhamdulillah di kelas satu smp, saya dapat menyetorkan 7 juz dengan musyrifnya Ust. Syahrial dan Ust. Musa. Pada tahun kedua, saya dapat menambah hafalan menjadi 17 juz. Dan pada tahun ketiga, saya menambah hafalan menjadi 26 juz. Pada tahun keempat ini setelah dua bulan duduk di bangku SMA, saya dapat mengkhatamkan hafalan Al-qur’an saya. Sehingga saya menghafal Al-Qur’an di sini kurang lebih 3 tahun 2 bulan. Alhamdulillahirobbil alamin. Semoga dapat menjadi motivasi bagi teman-teman untuk segera mengkhatamkan hafalannya di pesantren ini…….

MUHAMMAD LUTHFI

Read On 0 comments

Daily Qur'an

Daily Hadits

jadwal shalat

Lokasi BILAL


View BILAL in a larger map

Pengunjung

Recent Posts

Tags


ShoutMix chat widget

Download

Followers